“ Sesungguhnya Kami telah memberikan
kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu
dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah
yang terputus dari RahmatKu”.(Al Kautsar)
Allah SWT telah menciptakan manusia dan
di sertai dengan beberapa bekal hidup, seperti sandang pangan, papan
dsb. Bahkan lebih dari itu adalah berupa petunjuk, agar manusia
tidak sesat hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak, Tetapi pada
kenyataannya kebanyakan manusia mengingkarinya. Untuk itu sebagai
konsekwensi dari berbagai nikmat tersebut manusia dituntut untuk
mensyukuri nikmat Allah SWT dengan syukur yang sebenar-benarnya.
Dalam hal bersyukur kita telah mendapatkan pelajaran dari Nabi Sulaiman
AS yang tercantum dalam Surat AnNaml ayat 19 yaitu dengan cara berbuat
kebaikan dan perbuatan-perbuatan yang diridhoi Allah SWT. Sesuai
dengan firman tersebut, maka di antara perbuatan yang diridhoi Allah
SWT ialah mendirikan sholat dan berkorban, yaitu berkorban dalam
arti mengorbankan sebagian nikmat yang telah di anugerahkan demi
tegaknya kemaslahatan ummat. Memang, pengorbanan seakan-akan telah
menjadi tuntutan hidup manusia, karena manusia hidup di dunia ini
penuh dengan pengorbanan-pengorbanan yang tidak sedikit, untuk mencapai
tujuan yang di idam2kan, dan tanpa pengorbanan niscaya tidak akan
sampai kepada target yang di kehendakinya. Jangan juga salah paham
bahwa berkorban itu hanya dengan harta saja. Tidaklah demikian.
Nah, bagaimana |
terhadap yang fakir/miskin dan tidak mempunyai
harta untuk berkorban?, Maka arti berkorban itu ialah menyerahkan
apa-apa yang bisa di ambil manfaatnya seperti tenaga yang di milikinya
dan juga fikirannya serta masih banyak lagi contah lain, yang penting
untuk kepentingan Agama Islam. Maka seorang pemimpin/pejuang minimalnya
harus memiliki konsep BONDO,BAHU,PIKIR nek perlu SAK NYAWANE PISAN.
Kalaulah setiap individu dari seluruh ummat Islam mempunyai konsep
tersebut insyaAllah akan segera tercapai kemajuan-kemajuan secara
menyeluruh sehingga dapat tercapailah haibah dan marwah ummat Islam
seluruhnya.
Kemajuan ummat Islam tidak dapat dicapai hanya dengan berdiskusi
dan membicarakan suatu permasalahan yang berjudul “MENGAPA
UMMAT ISLAM MUNDUR”, tetapi hendaknya juga dengan amal perbuatan
yang penuh pengorbanan, baik mengorbankan harta bendanya, fikirannya,
waktunya, tenaganya dan bahkan berani mengorbankan nyawanya sekalian
karena Allah SWT. Firman Allah SWT dalam Surat Ali Imrom 195 yang
artinya;
“ Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang
beramal di antara kamu baik laki-laki atau perempuan ”. Dst.
Perlu di ketahui bahwa pada hakekatnya harta benda milik pribadi
sepenuhnya itu adalah harta benda yang sudah dikorbanlah di jalan
Allah. Karena jika harta yang masih ada itu di curi orang berarti
itu kepunyaan pencuri, kalau harta itu terbakar berarti itu kepunyaan
api, dsb. Maka dari itu hendaknya ummat Islam sudah mulai berkorban
sesuai dengan yang telah di perintahkan. Jangan sampai hanya menjadi
korban dan jangan hanya selalu berkorban perasaan saja
|