BONDO, BAHU, PIKIR, NEK PERLU SAK NYAWANE PISAN

Oleh: Abah Ali

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar”. ( Al Hujurot 15)


“ Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus dari RahmatKu”.(Al Kautsar)

Allah SWT telah menciptakan manusia dan di sertai dengan beberapa bekal hidup, seperti sandang pangan, papan dsb. Bahkan lebih dari itu adalah berupa petunjuk, agar manusia tidak sesat hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak, Tetapi pada kenyataannya kebanyakan manusia mengingkarinya. Untuk itu sebagai konsekwensi dari berbagai nikmat tersebut manusia dituntut untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dengan syukur yang sebenar-benarnya.
Dalam hal bersyukur kita telah mendapatkan pelajaran dari Nabi Sulaiman AS yang tercantum dalam Surat AnNaml ayat 19 yaitu dengan cara berbuat kebaikan dan perbuatan-perbuatan yang diridhoi Allah SWT. Sesuai dengan firman tersebut, maka di antara perbuatan yang diridhoi Allah SWT ialah mendirikan sholat dan berkorban, yaitu berkorban dalam arti mengorbankan sebagian nikmat yang telah di anugerahkan demi tegaknya kemaslahatan ummat. Memang, pengorbanan seakan-akan telah menjadi tuntutan hidup manusia, karena manusia hidup di dunia ini penuh dengan pengorbanan-pengorbanan yang tidak sedikit, untuk mencapai tujuan yang di idam2kan, dan tanpa pengorbanan niscaya tidak akan sampai kepada target yang di kehendakinya. Jangan juga salah paham bahwa berkorban itu hanya dengan harta saja. Tidaklah demikian. Nah, bagaimana

terhadap yang fakir/miskin dan tidak mempunyai harta untuk berkorban?, Maka arti berkorban itu ialah menyerahkan apa-apa yang bisa di ambil manfaatnya seperti tenaga yang di milikinya dan juga fikirannya serta masih banyak lagi contah lain, yang penting untuk kepentingan Agama Islam. Maka seorang pemimpin/pejuang minimalnya harus memiliki konsep BONDO,BAHU,PIKIR nek perlu SAK NYAWANE PISAN. Kalaulah setiap individu dari seluruh ummat Islam mempunyai konsep tersebut insyaAllah akan segera tercapai kemajuan-kemajuan secara menyeluruh sehingga dapat tercapailah haibah dan marwah ummat Islam seluruhnya.
Kemajuan ummat Islam tidak dapat dicapai hanya dengan berdiskusi dan membicarakan suatu permasalahan yang berjudul “MENGAPA UMMAT ISLAM MUNDUR”, tetapi hendaknya juga dengan amal perbuatan yang penuh pengorbanan, baik mengorbankan harta bendanya, fikirannya, waktunya, tenaganya dan bahkan berani mengorbankan nyawanya sekalian karena Allah SWT. Firman Allah SWT dalam Surat Ali Imrom 195 yang artinya;
“ Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki atau perempuan ”. Dst.
Perlu di ketahui bahwa pada hakekatnya harta benda milik pribadi sepenuhnya itu adalah harta benda yang sudah dikorbanlah di jalan Allah. Karena jika harta yang masih ada itu di curi orang berarti itu kepunyaan pencuri, kalau harta itu terbakar berarti itu kepunyaan api, dsb. Maka dari itu hendaknya ummat Islam sudah mulai berkorban sesuai dengan yang telah di perintahkan. Jangan sampai hanya menjadi korban dan jangan hanya selalu berkorban perasaan saja